Penyakit Bidang Sadap pada tanaman karet

Penyakit Bidang Sadap pada tanaman karet | Dunia Kebun

Penyakit Bidang Sadap pada tanaman karet

1.    Mouldy Rot

Penyebab
Jamur Ceratocystis fimbriata

Gejala Serangan 
- Mula-mula tampak selaput tipis berwarna putih pada bidang sadap didekat alur sadap. Selaput ini berkembang membentuk lapisan seperti beludru berwarna kelabu sejajar dengan alur sadap.

- Apabila lapisan dikerok, tampak bintik-bintik berwarna coklat kehitaman.

- Serangan bisa meluas sampai ke kambium dan bagian kayu.

- Pada serangan berat bagian yang sakit membusuk berwarna hitam kecokelatan sehingga sangat mengganggu pemulihan kulit.

- Bekas serangan membentuk cekungan berwarna hitam seperti melilit sejajar alur sadap. Bekas bidang sadap bergelombang sehingga menyulitkan penyadapan berikutnya atau tidak bisa lagi di sadap.


Pengendalian
    Di daerah yang beriklim basah atau rawan penyakit ini dinajurkan menanam klon resisten yang telah direkomendasikan.

    Pisau sadap diberi desinfektan sebelum digunakan.

    Menurunkan intensitas penyadapan atau menghentikan penyadapan pada serangan berat.

    Hindari torehan yang terlalu dalam pada saat penyadapan agar kulit cepat pulih.

    Tanaman yang sudah terserang dioles fungisida 5 cm di atas irisan sadap sehari setelah penyadapan dan getah belum dilepas. Interval pengolesan 1-2 minggu sekali sampai tanaman kembali sehat.

2.     Kering Alur Sadap (KAS)

Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang relative terselubung, karena secara morfologis tanaman tampak sehat, malah selringkali menampakkan pertumbuhan tajuk yang lebih baik dibandingkan tanaman normal, tetapi kulit tidak mengeluarkan lateks bila disadap.

Penyebab
Ketidakseimbangan fisiologis dan penyadapan yang berlebihan.

Gejala Serangan
  Tanaman tampak sehat dan pertumbuhan tajuk lebih baik dibandingkan tanaman normal.

    Tidak keluar latek di sebagian alur sadap. Beberapa minggu kemudian keseluruhan alur sadap ini kering dan tidak me-ngeluarkan lateks.

    Lateks menjadi encer dan Kadar Karet Kering (K3) berkurang.

    Kekeringan menjalar sampai ke kaki gajah baru ke panel sebelahnya.

  Bagian yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat dan kadang-kadang terbentuk gum (blendok).

    Pada gejala lanjut seluruh panel / kulit bidang sadap kering dan pecah-pecah hingga mengelupas.

    Dilakukan sadap tusuk di bawah bidang sadap sampai ke bawah, apabila tidak keluar cairan latek berari sudah terserang KAS.

Keputusan Pengendalian

    Segera dilakukan pengendalian bila sebagian alur sadap mengalami kekeringan.

    Perlu waspada apabila lateks mulai encer.

Pengendalian
    Menurunkan intensitas penyadapan pada pohon/kebun yang telah mulai menunjuk-kan kekeringan alur sadap.

    Menghindari atau menurunkan intensitas penyadapan pada musim gugur daun.

    Bidang sadap yang mati dan kulit kering dipulihkan kembali dengan pemberian formulasi oleokimia (Antico F-96, No. BB).

    Pemberian oleokimia dengan cara mengerok kulit bidang sadap yang sakit kemudian dioles segera setelah pengerokan selesai.

    Satu tahun kemudian kulit yang baru bisa disadap kembali.

    Melakukan pemupukan yang teratur dan seimbang, kemudian ditambah 160 gram KCl /pohon/tahun.

2 comments:

Budi Siregar SP mengatakan...

Yess... mantap tulisannya Gan.
Bermanfaat sekali, semoga bisa lebih berkreasi lagi kedepannya gan.
Oh ya,,, kalau mau bertamu silahkan ke blog saya gan http://Me.ImpianClub.com

Salam sukses :)

duniakebun mengatakan...

makasih gan dah berkunjung, oke..

salam sukses :)

Poskan Komentar

Advertise with Anonymous Ads

Related Post

POSTING YANG SERING DIBACA